Tips untuk Usia Senja, diatas 50 Tahun

    Nyampling << N >> Tips Untuk Orang Usia Senja, diatas 50 Tahun. Semakin bertambah umur juga akan mempengaruhi berkurangnya sistem kerja tubuh sehingga berbagai macam kemampuan dari organ tubuh menjadi rentan. Dalam hal fungsi dari metabolisme juga akan melemah sehingga berakibat sistem inmunitas tubuh akan berkurang juga. Dengan melemahnya sistem kerja tubuh dalam usia ini akan membuat fungsi kerja organ berkurang sehingga akan menimbulkan berbagai keluhan.

    Tips untuk Usia Senja, diatas 50 Tahun


    Keluhan Yang Sering Dihadapi Pada Usia Senja


    Dengan berjalannya waktu maka banyak fungsi tubuh yang telah menurun apalagi pada mereka yang berusia lanjut di atas 50 tahun maka hal ini dianggap wajar dan normal jika terserang  penyakit tertentu atau sering mengalami badan lemas karena stamina pun menurun.

    Penurunan fungsi ini terjadi akibat proses penuaan, sehingga fungsi seperti penurunan pendengaran, penglihatan, pengecapan rasa, semakin lambatnya gerakan dan sering terjadi gangguan keseimbangan saat berjalan. Keluhan yang sering dialami pada usia senja yang paling banyak dialami adalah Badan Lemas

    Gejala Badan lemas pada lansia


    Kondisi dimana perasaan lelah dan membutuhkan istirahat karena kekurangan energi disebut dengan Lemas. Badan lemas sering menjadi masalah bagi mereka yang telah memasuki usia senja.
    Berikut ini nyampling.com adalah beberapa penyebab keluhan badan lemas pada lansia :

    -  Dehidrasi

    Kurangnya cairan dalam tubuh merupakan salah satu faktor utama mengapa lansia sering mengalami badan lemas. Ditambah lagi dengan adanya pengaruh lingkungan seperti cuaca, seseorang menjadi lebih mudah terkena dehidrasi karena kehilangan cairan.

    -   Penurunan kemampuan saraf pengecap

    Dengan penurunan kemampuan saraf pengecap ini maka, kaum lansia biasanya sulit membedakan rasa, sehingga malas untuk makan. Maka asupan makanan menjadi tidak seimbang sehingga berpengaruh dengan keseimbangan dan daya tahan tubuh.

    -   Gangguan fisiologis dan Psikologis

    Pada lansia, produksi lendir pada lambung yang berguna untuk melindungi sekitar lambung akan berkurang secara otomatis dan mengakibatkan rasa penuh serta mual. Sehingga nafsu makannya pun menurun. Dan jika tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuh, maka badan akan terasa lemas. Pun juga dengan adanya perasaan cemas, khawatir dan takut membuat seseorang susah untuk tidur nyenyak.

    -   Mengidap penyakit tertentu

    Penyakit endokrin seperti tiroid paling sering menyebabkan badan lemas karena kadar hormon tiroid yang tinggi dapat menyebabkan berat badan menurun, jantung berdetak lebih cepat, tidak tahan dingin dan kulit mengering.

    -   Penurunan kepadatan tulang dan masa otot

    Penurunan massa  otot, organ tubuh, tulang disertai perubahan metabolisme pada lansia akan menimbulkan rasa letih dan lemah karena terjadinya atrofi. Sehingga berkurangnya protein tubuh ini akan menambah lemak tubuh dan terjadi perubahan metabolisme yang membuat tubuh semakin lemas.

    Penyakit pada Usia Senja atau lansia yang sering terjadi


    Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) merupakan sebuah riset kesehatan berskala nasional yang dilakukan setiap lima sampai enam tahun sekali. Riset ini memaparkan sejumlah kondisi kesehatan pada berbagai kalangan di Indonesia, termasuk pada lansia.
    Berikut ini merupakan penyakit yang paling banyak menyerang lansia di Indonesia, menurut Riskesdas 2013:

    1. Hipertensi

    Semakin bertambanhnya usia Anda, maka tekanan darah cenderung meningkat. Tekanan darah tinggi sangat berbahaya bagi lansia karena dapat menyebabkan stroke baik itu stroke ringan maupun stroke berat. Tekanan darah yang tergolong tinggi adalah jika sudah mencapai 140/90 mmHg atau lebih.

    2. Artritis (radang sendi)

    Artritis merupakan peradangan pada salah satu atau lebih pada sendi sehingga membuat persendian menjadi keropos. Gejala penyakit ini umumnya dengan ditandai rasa nyeri, kekakuan, dan bengkak pada sendi. Jaga kesehatan tulang dan sendi anda dengan perbanyak berolahraga secara teratur kemudian minum suplemen tambahan.

    3. Stroke

    Stroke sendiri kondisi dimana ketika suplai darah ke bagian otak tidak terpenuhi, sehingga jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi cukup untuk melakukan fungsinya. Beberapa gejala dari stroke adalah mati rasa pada wajah, lengan, atau kaki di salah satu sisi tubuh, penurunan penglihatan di salah satu atau kedua mata, kesulitan bicara atau memahami perkataan orang lain, sakit kepala tiba-tiba tanpa tahu penyebabnya, dan kehilangan keseimbangan saat berjalan.

    4. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

    Bila Anda adalah seorang perokok atau pernah merokok, mulai sekarang berhentilah merokok dan/atau jauhi asap rokok. PPOK adalah istilah yang mengacu pada sekelompok penyakit paru yang menghalangi aliran udara sehingga membuat penderitanya sulit bernapas. Emfisema dan bronkitis kronis merupakan dua kondisi paling umum yang menyebabkan PPOK.

    5. Diabetes mellitus

    Mengontrol asupan makanan dan olahraga teratur merupakan cara yang harus dapat dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah Anda. Usia yang semakin tua membuat tubuh banyak berubah, termasuk perubahan dalam cara tubuh menggunakan gula darah. Berkurangnya kemampuan tubuh dalam menguraikan gula darah dalam tubuh membuat proses penguraian menjadi tidak efisien sehingga membuat penumpukan gula dalam tubuh.

    Makanan Yang Harus Dikonsumsi


    Setiap orang memang sudah dianjurkan untuk selalu mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan gizi yang mencukupi.  Tidak hanya pada usia senja, juga pada saat usia pertumbuhan, untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi.

    Pada saat seseorang berada pada usia senja maka akan semakin berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan serius seperti tekanan darah tinggi, jantung, diabetes, dan juga kanker dan lain sebagainya. Dengan menerapkan gaya hidup sehat maka diharapkan akan mencegah ancaman dari masalah kesehatan. Anda disarankan untuk memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi.

    Kalau Anda ingin mendapatkan kondisi tubuh yang tetap sehat seperti pikiran tetap bekerja dengan tajam, maka Anda perlu memasukkan makanan sehat ini ke dalam konsumsi sehari-harinya. Langkah ini juga penting agar sistem kekebalan tubuh tetap berjalan dengan baik.

    Berikut ini nyampling.com telah merangkum dari Health and Pretty terkait makanan sehat yang perlu Anda konsumsi di usia senja atau 50 tahun ke atas.

    - Apel

    Dalam buah apel terkandung nutrisi dan vitamin untuk membantu mengatur kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol Anda. Selain itu, apel merupakan sumber vitamin C, kalium, serat, dan antioksidan yang baik.

    - Pir

    Didalam buah pir mengandung banyak serat larut seperti vitamin C, asam folat, kalium, dan antioksidan. Rasanya yang enak dan segar ini dapat membantu mengatur kadar gula darah dan mencegah diabetes.

    - Bawang Putih

    Bawang putih yang memiliki sifat antimikroba, antivirus, dan antijamur ini sangat bagus untuk mengobati pilek dan infeksi. Manfaat bawang putih lainnya adalah dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular, menurunkan tekanan darah, mencegah kanker, mengatur gula darah, dan membantu gejala demensia.

    - Wortel

    Wortel dapat membantu Anda dalam perawatan kulit, penglihatan, kesehatan mulut, kolesterol, tekanan darah, penyakit kardiovaskular, sistem kekebalan tubuh, pencernaan, hingga pencegahan kanker. Nutrisi yang terkandung pad a wortel adalah beta-karoten, serat, vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin K, vitamin B8, serta mineral (kalium, tembaga, mangan, besi), dan antioksidan yang dikandungnya.

    - Brokoli

    Manfaat brokoli terbukti sangat banyak diantaranya untuk kesehatan mata dan saraf dan ikut mengurangi tekanan darah. Disamping itu kandungan kalsium dan vitamin K yang tinggi membuat sayur brokoli juga sangat baik untuk kesehatan tulang. Brokoli merupakan makanan detoksifikasi yang sangat baik dan tinggi antioksidan. Bagi Anda yang berusia 50 tahun ke atas,

    - Kacang-kacangan

    Jenis kacang – kacangan yang anda bisa konsumsi adalah kacang kenari, almond, hazelnut, kacang tanah, atau apapun jenis kacang lain. Kacang sangat kaya akan protein, asam lemak omega-3, serta antioksidan, vitamin, dan mineral. Nutrisi yang terkandung pada kacang – kacangan akan membantu anda dalam menurunkan kolesterol jahat, meningkatkan berat badan, mengurangi peradangan, mencegah serangan jantung, stroke, dan membantu pencernaan.

    - Salmon

    Tidak hanya sayur dan buah-buahan, Anda bisa mengonsumsi jenis ikan saat di usia 50 tahun dan di atasnya. Ikan salmon ini juga tidak hanya pada lansia disarankan tapi juga sangat dianjurkan pada balita karena kaya akan asam lemak omega-3 esensial untuk membantu perkembangan otak pada balita. Pada lansia juga sangat bermanfaat karena baik untuk otak, kulit, penglihatan, dan dapat membantu mencegah kanker. Hal ini dikarenakan kandungan nutrisi di dalam salmon seperti vitamin B6, B12, D, dan selenium, potassium, dan kolin.

    Jenis Makanan dan Minuman Yang Harus Dihindari Pada Usia Senja


    Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan di usia senja adalah berbagai jenis makanan dan minuman. Beberapa jenis makanan dan minuman yang harus dihindari, seperti yang dikutip dari The Daily Meal. Dalam hal ini boleh untuk dikonsumsi tapi tidak dalam jumlah yang banyak karena akan berdampak buruk bagi kesehatan.

    1. Minuman Alkohol

    Tidak hanya pada orang tua minuman beralkohol juga dilarang dari segala jenis usia. Reaksi alkohol terhadap tubuh akan memperburuk kinerja organ tubuh salah satunya terhadap jantung, kerusakan otak, kanker, masalah paru-paru, gangguan hati, masalah perut dan sistem pencernaan. Bagi penderita tulang keropos, kencing manis, tekanan darah tinggi dan kulit sensitif, alkohol juga akan semakin memperparah penyakit tersebut.

    2. Kopi

    Konsumsi kafein menyebabkan respons yang menaikkan tingkat hormon kortisol. Penelitian menemukan kelebihan kortisol dapat menyebabkan kulit keriput dan kusam. Efek dari minum kopi juga terjadinya masalah pencernaan karena kafein dapat merangsang gerakan usus dengan meningkatkan gerak peristaltik atau kontraksi. Dikutip dari situs kesehatan Health Line, dosis kafein yang tinggi dapat menyebabkan buang air besar atau bahkan diare.

    3.Daging awetan

    Daging yang telah melalui proses seperti sosis mengandung banyak natrium. Bagi wanita dalam masa menopause, zat tersebut dapat memperparah kepadatan tulang sehingga membuat tulang menjadi keropos.

    4. Makanan yang digoreng

    Makanan yang digoreng mengandung lemak jenuh yang tidak bisa diuraikan oleh tubuh, maka lemak jenuh ini akan menumpuk didalam tubuh sehingga pembuluh darah mengalami penyempitan. Lama kelamaan pembuluh darah akan tersumbat sehingga menyebabkan pecah pembuluh darah. Untuk orang yang usianya sudah diatas 50 tahun maka dianjurkan untuk mengurangi makanan yang digoreng.

    5. Sirup jagung

    Minuman ini memiliki efek yang dapat memperlambat metabolisme, sehingga dapat meningkatkan risiko obesitas serta diabates. Karena biji jagung banyak mengandung karbohidrat sebagai sumber energi  dalam proses metabolisme tubuh. Gunakan takaran yang tepat jika masih ingin mengonsumsinya setiap hari bagi anda yang usianya sudah diatas 50 tahun.

    6. Karbohidrat

    Hindari makanan yang mengandung karbohidrat tinggi karena ketergantungan yang berlebihan pada karbohidrat yang sangat halus seperti tepung putih, gula, atau pasta dapat memicu produksi insulin yang dapat menyebabkan diabetes. Penelitian juga menemukan bahwa karbohidrat ini berkaitan dengan risiko depresi yang tinggi.


    7. Es krim

    Mengkonsumsi eskrim dapat menyebabkan sembelit, karena tinggginya kandungan laktosa serta tekstur yang tidak berserat akan membuat es krim sulit untuk dicerna.

    8. Margarin

    Margarin dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah sehingga makanan yang dicampur dengan margarin sangat tidak direkomendasikan. Makanan ini disebut-sebut menjadi penyebab dinding jantung menipis.


    9. Popcorn

    Pada cemilan ini terkandung zat diacetyl, merupakan bahan kimia yang dapat melumpuhkan salah satu bagian dari otak yang terkait dengan fungsi gerak dan daya ingat. Dikhawatirkan jika terlalu banyak mengkonsumsi cemilan ini maka akan mengurangi daya ingat atau lebih parah lagi dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.

    10. Kedelai

    Makanan yang berbahan dasar kedelai ini mengandung isolat protein kedelai dapat menyebabkan keseimbangan hormon berkurang khususnya hormon pemicu se*s; estrogen dan testosteron. Mengonsumsi kedelai membuat hormon ini semakin berkurang dan fungsi se*sual akan menurun.

    Itulah beberapa tips untuk orang yang usianya sudah senja. Semoga dapat bermanfaat dan dapat diterapkan dalam menjaga kondisi kesehatan tubuh anda.

    Artikel Terkait

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel